Wisata ke Dataran Tinggi Dieng

Dieng adalah dataran tinggi di pulau tengah propinsi Jawa tengah, terletak 2000 meter di atas permukaan laut, dimana kita dapat mengunjungi banyak tujuan wisata sejarah dan alam, dengan suasana alam pegunungan yang sejuk.

Kami menawarkan wisata sehari hari dari Jogjakarta ke dataran tinggi Dieng, dataran tinggi yang terletak 30 km sebelah barat Wojosaobo di mana Anda dapat melihat pertanian di teras di mana petani lokal menanam kentang, wortel, dan tembakau di sepanjang rute perjalanan, negunjungi kompleks candi Hindu tertua yang dibangun sebelum abad 7 masehi, si Kidang yang merupakan kawah lumpur panas, dan Telaga Warna Telaga Warna, kembali ke Jogjakarta di sore hari.

Susunan Rencana Perjalanan Wisata ke Dieng sebagai berikut:

07.00 meninggalkan hotel di Jogjakarta menuju Wonosobo, kota terdekat dari Dataran Tinggi Dieng
09.00 sampai di Wonosobo, melewati pusat kota dan setelah kota ini kita akan melewati jalur dataran tinggi dimana kita bisa melihat pertanian di terasering untuk menanam kentang dan sayur mayur seperti kol, wortel, juga tembakau saat musim kemarau.
10.00 tiba di Dataran Tinggi Dieng, kita akan mengunjungi Kompleks Candi Hindu Dieng yang dianggap sebagai candi yang berasal dari abad ke-7.
11.00 mengunjungi kawah lumpur panas Kawah Sikidang yang dikelilingi kawah gas belerang kecil berbau
12.00 kemudian mengunjungi Telaga Warna, sebuah danau vulkanik yang memiliki warna yang disebabkan oleh gas dimana kita hanya dapat melihat dahulu kala, sekarang kita dapat melihat lebih baik panorama danau ini dari titik terdekat yang lebih tinggi.
14.00 kembali ke Kota Wonosobo melewati rute yang sama, untuk makan siang
15.00. Berkendara kembali ke Jogjakarta

Bagaimana untuk wisatake dataran Tinggi Dieng ?

Kami tawarkan wisata ke Dataran Tinggi Dieng dari Jogjakarta setiap saat dengan options sebagai berikut

  1. Transportasi (bahan bakar sopir van dan biaya parkir) Rp 650.000
  2. Pemandu wisata Rp 250.000

Informasi lebih lanjut dan permintaan penawaran silahkan hubungi kami